Dalam UU Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengatakan pengembangan sekolah mengacu pada standar isi dan standar komptensi lulusan. Standar isi dan standar komptensi salah satunya sekolah harus memiliki dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sedangkan standar proses salah satunya adalah pengembangan bahan ajar dan proses pembelajaran berbasis ICT. Proses pembelajaran yang diselenggarakan diharapkan interaktif, inspiratif, partisipatif, menyenangkan, dan menantang.
Untuk mengejar ketertinggalan kualitas sumber daya manusia Indonesia dibanding sumber daya manusia negara-negara lain di Asia maupun di dunia, para praktisi pendidikan memandang perlu adanya reformasi di bidang pendidikan. Proses pendidikan adalah sebuah pintu pembuka untuk memasuki gerbang kemajuan kualitas sumber daya manusia sebuah bangsa. Pendidikan di Indonesia saat ini seperti seorang atlet pelari yang berlari mengejar ketertinggalan dari pelari-pelari yang lain. Dalam proses ini, banyak masalah pendidikan yang terjadi. Secara garis besar masalah pendidikan di Indonesia terletak pada tiga hal, yaitu input, proses, dan output.
Siswa merupakan subyek penting dalam proses belajar – mengajar di sekolah. Sedangkan guru adalah salah satu sumber belajar yang secara langsug berhadapan dengan siswa dalam proses tersebut. Dalam kaitan tersebut, maka guru perlu senantiasa melakukan up grading terus menerus termasuk dalam hal me ndapatkan metode, pendekatan, atau cara yang tepat dalam pembelajaran, karena hanya dengan cara yang tepat maka tujuan dan hasil belajar mengajar dapat diwujudkan.
Menjadi guru teladan (Qualified Teachers) adalah dambaan setiap guru. Apalagi bukan hanya teladan namun lebih jauh lagi, yakni guru yang berbasiskan teknologi Jelas akan sangat luar biasa. Sebab, guru tersebut bukan hanya memberikan teladan bagi peserta didiknya namun juga akan menjadi inspirasi bagi yang lain untuk menjadi teladan. Pembelajaran yang kreatif dan menarik dengan mengunakan teknologi IT yang melahirkan ide-ide kreatif dan penuh inspirasi merupakan katalis bagi terjadinya perubahan mendasar terhadap peran guru dari informasi ke transformasi. Setiap sistem sekolah harus bersifat moderat terhadap teknik pembelajaran yang menunjang mereka untuk belajar dengan lebih cepat, lebih baik, dan lebih cerdas.
Depok Cyber Community adalah suatu komunitas orang-orang yang perduli terhadap perkembangan dunia pendidikan yang sangat erat hubungannya dengan penggunaan dan penguasaan teknologi IT dalam mengembangkan system dan juga pola yang terintergrasi dalam pencapaian tujuan dari pendidikan itu sendiri sesuai dengan amanah UUD.
Pelatihan dan bimbingan terhadap guru-guru untuk pengenalan dan penguasaan teknologi IT akan mengantarkan seorang guru untuk mendapatkan motivasi yang tepat dalam menjalani pekerjaannya menjadi seorang pendidik yang memadukan antara teknologi dan juga tugas sebagai pendidik.




Banyak hambatan untuk membentuk guru yang berkompetensi ICT, diantaranya kebijakan dari atasan. Salah satu contoh, ada pengawas sekolah yang masih menyuruh guru membuat persiapan dengan tulisan tangan, nah lho?! Bukannya menyuruh guru belajar komputer malah membuat guru sibuk tiap hari nulis persiapan.
Mudah-mudahan komunitas ini bisa lebih berperan membentuk paradigma baru dalam dunia pendidikan.
- guru TIK SDN Beji Timur 1 dan blogger di kakbayu.web.id -
insyaAllah jika ada kesempatan mau juga menjadi bagian tenaga pengajar melek IT guru-guru depok.
Ass Pak Rendra,
Terima kasih atas keinginan untuk dapat berpartisipasi dalam program Depok Cyber Community.
Kami terbuka untuk bapak dapat bergabung sebagai trainer dalam program tersebut dan dapat mendaftar pada web kami dan bisa bersama-sama mendorong kemajuan dunia pendidikan Kota Depok
Kami tunggu kehadiran bapak dalam komunitas ini
Wassalam
Rudi Malau
Ketua DCC