Gplus RSS
formats

PEMBERITAHUAN

Published on 23 September 2012, by in Komunitas.
  1. Jadwal untuk Basic Middle dipindah ke hari Jum’at pukul 15.00 s.d 16.30.
  2. Untuk peserta Basic Middle harap membawa modem external karena dikhawatirkan Wifi di lokasi tidak cukup untuk mengcover peserta sebanyak 40 orang.
  3. Untuk hari Rabu  jam 16.00 s/d jam 17.30 dan Kamis jam 14.00 s/d jam 15.30 dan jam 16.00 s/d jam 17.30 akan diisi oleh guru-guru di lingkungan Departement Agama kantor wilayah Depok.
terimakasih.
formats

Guru Harus Melek TIK (ICT Literate)

Published on 15 Mei 2012, by in Komunitas.

Kompetensi guru di bidang TIK merupakan salah satu yang dipersyaratkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2009, Bab II bagian Kesatu Pasal 3, yakni bahwa guru harus menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional. Pada Peraturan Pemerintah tersebut juga dijabarkan bahwa guru harus kompeten dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran dan mampu mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan. Hal tersebut juga sesuai dengan apa yang telah diamanatkan oleh PERMENDIKNAS No.41 Tahun 2007 Tentang Standar Proses.

Pada dasarnya peran TIK dalam PAKEM berfungsi sebagai media pembelajaran sebagaimana alat peraga. Jadi, fungsi TIK adalah untuk membantu proses pembelajaran agar menjadi lebih efektif dan lebih bermakna. Jika teknologi digunakan secara efektif sebagai perangkat untuk berkreasi, maka siswa akan memiliki keleluasaan lebih, menjadi kolaboratif, dan reflektif  dibanding  dengan di dalam kelas tanpa teknologi. Penggunaan dan integrasi secara efektif di dalam kelas akan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang konstruktif (sesuai dengan teori konstruktivisme). Selain akan menarik siswa untuk belajar, pemanfaatan dan integrasi teknologi di dalam kelas, akan membuat siswa aktif dan terlibat dalam pembelajaran. Selain itu, integrasi teknologi informasi dalam ruang kelas, mampu juga memberikan siswa pengalaman baru kepada siswa untuk dapat mengenalkan penggunaan teknologi untuk membantu mereka dalam menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi dalam kehidupan sebenarnya. Manfaat lainnya, penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran akan membuat siswa senang dan lebih rileks dalam belajar, hal ini tentu saja akan membuat siswa mudah dalam menyerap pembelajaran yang disampaikan (Winastwan Gora & Sunarto,2010)

formats

Tentang Kami

Published on 14 Mei 2012, by in Komunitas.

Dalam UU Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengatakan pengembangan sekolah mengacu pada standar isi dan standar komptensi lulusan. Standar isi dan standar komptensi salah satunya sekolah harus memiliki dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sedangkan standar proses salah satunya adalah pengembangan bahan ajar dan proses pembelajaran berbasis ICT. Proses pembelajaran yang diselenggarakan diharapkan interaktif, inspiratif, partisipatif, menyenangkan, dan menantang.

Untuk mengejar ketertinggalan kualitas sumber daya manusia Indonesia dibanding sumber daya manusia negara-negara lain di Asia maupun di dunia, para praktisi pendidikan memandang perlu adanya reformasi di bidang pendidikan. Proses pendidikan adalah sebuah pintu pembuka untuk memasuki gerbang kemajuan kualitas sumber daya manusia sebuah bangsa. Pendidikan di Indonesia saat ini seperti seorang atlet pelari yang berlari mengejar ketertinggalan dari pelari-pelari yang lain. Dalam proses ini, banyak masalah pendidikan yang terjadi. Secara garis besar masalah pendidikan di Indonesia terletak pada tiga hal, yaitu input, proses, dan output.

Siswa merupakan subyek penting dalam proses belajar – mengajar di sekolah. Sedangkan guru adalah salah satu sumber belajar yang secara langsug berhadapan dengan siswa dalam proses tersebut. Dalam kaitan tersebut, maka guru perlu senantiasa melakukan up grading terus menerus termasuk dalam hal me ndapatkan metode, pendekatan, atau cara yang tepat dalam pembelajaran, karena hanya dengan cara yang tepat maka tujuan dan hasil belajar mengajar dapat diwujudkan.

Menjadi guru teladan (Qualified Teachers) adalah dambaan setiap guru. Apalagi bukan hanya teladan namun lebih jauh lagi, yakni guru yang berbasiskan teknologi Jelas akan sangat luar biasa. Sebab, guru tersebut bukan hanya memberikan teladan bagi peserta didiknya namun juga akan menjadi inspirasi bagi yang lain untuk menjadi teladan. Pembelajaran yang kreatif dan menarik dengan mengunakan teknologi IT yang melahirkan ide-ide kreatif dan penuh inspirasi merupakan katalis bagi terjadinya perubahan mendasar terhadap peran guru dari informasi ke transformasi. Setiap sistem sekolah harus bersifat moderat terhadap teknik pembelajaran yang menunjang mereka untuk belajar dengan lebih cepat, lebih baik, dan lebih cerdas.

Depok Cyber Community adalah suatu komunitas orang-orang yang perduli terhadap perkembangan dunia pendidikan yang sangat erat hubungannya dengan penggunaan dan penguasaan teknologi IT dalam mengembangkan system dan juga pola yang terintergrasi dalam pencapaian tujuan dari pendidikan itu sendiri sesuai dengan amanah UUD.

Pelatihan dan bimbingan terhadap guru-guru untuk pengenalan dan penguasaan teknologi IT  akan mengantarkan seorang guru untuk mendapatkan motivasi yang tepat dalam menjalani pekerjaannya menjadi seorang pendidik yang memadukan antara teknologi dan juga tugas sebagai pendidik.

credit
© Depok Cyber Community